Selamat Datang di Blog Desa Panjalinan. Silahkan menikmati postingan disini dan anda dapat mengetahui semua potensi yang ada di Desa Panjalinan

Halaman

Jumat, 02 Februari 2018

Pertenakan di Desa Panjalinan

Potensi terbesar kedua dari desa Panjalinan yaitu dalam sektor peternakan tambak. Hasil alam yang dihasilkan dari tambak yaitu Bandeng, Udang, Kepiting dan Belut.

1.      Bandeng (Chanos chanos)
Bandeng yang terdapat ditambak  dipanen sekitar 6-8 bulan. Perawatan ikan Bandeng (Chanos chanos)  yang terbilang rumit mulai dari pengelolaan benihnya hingga sampai pada menghasilkan bandeng dewasa menjadikan harga ikan Bandeng (Chanos chanos)  bernilai ekonomis tinggi. Bandeng (Chanos chanos)  yang telah dipanen biasanya diperjual belikan pada pengepul yang akan menjualnya ke beberapa rumah makan atau pabrik-pabrik besar pengelolaan ikan bandeng.  Pengelolaan ikan Bandeng (Chanos chanos)  yang bervariasi akan meningkatkan  pendapatan dari masyarakat  desa Panjalinan.
2.      Udang (Solenocera crassicornis)

Waktu panen udang di tambak sekitar  ± 4 bulan. Untuk budidaya udang yang baik petak tambak harus memiliki karakter kedap air. Perawatan udang di tambak mulai dari bibit. Proses pemeliharaan udang di tambak yaitu dengan cara memberikan pakan secara teratur, memperhatikan sanitasi air dan mengatasi penyakit yang menyerang. Selain itu, dalam budidaya udang dapat melakukan penambahan pupuk untuk menyuburkan plankton sebagai makanan alami udang tambak. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam budidaya udang di tambak harus terdapat penjaga tambak  hingga udang panen. Namun hasil panen udang biasanya tidak bernilai lebih tinggi dari hasil panen  ikan bandeng, dikarenakan udang tambak biasanya terkena penyakit, bahkan ketika panen kadang mengalami kerugian. Udang yang telah di panen biasanya di setor ke pengepul dan di kirimkan ke surabaya.

3.      Kepiting (Scylla sp) Dan Belut  (Monopterus albus).
Di desa Panjalinan selain terdapat tambak ikan Bandeng dan Udang, ada pula tambak Kepiting dan Belut, Namun budidaya Kepiting dan Belut tidak dari bibit, yaitu berasal dari aliran sungai. Tambak Kepiting dan Belut di desa Panjalinan ini untuk umum, artinya siapapun dapat memancig kepiting dan belut di tambak tersebut baik orang dalam desa Panjalinan maupun orang dari luar desa. Kemudian hasil memancing dapat di jual belikan ke siapapun baik pemilik tambak atau bukan pemilik tambak